Akhirnya setelah sekian lama memendam hasrat ingin melangkah keluar tanah sunda tercapai juga, Dan gunung lawu lah menjadi tujuannya. kebanyakan pendaki mungkin memilih semeru sebagai tempat tujuannya, tapi aku tidak. karna aku ingin semeru adalah titik terakhir dalam semua perjalanan ini, sebelum akhirnya beristirahat dari dunia pendakian.
Gunung Lawu (3265 Mdpl) terletak diantara perbatasan jawa tengah dan jawa timur, awalnya saya sempat ragu dan merinding sebelum memutuskan lawu sebagai pilihan perjalanan kali ini dikarenakan lawu memiliki berbagai misteri dan rahasia dibalik keindahan dan ketenangannya, tapi rekan saya Arief Wibowo berhasil meyakinkan saya untuk tetap melanjutkan apa yang telah saya pilih.
 |
| beralaskan karpet dan berselimut udara ibu kota di Kp. Rambutan |
Dan perjalanan kami pun dimulai dari terminal Kp. rambutan berkumpul pada hari selasa 24 Desember 2013 pukul 21.00 malam, kami tak mendapat angkutan ke solo karna sudah tidak adanya armada pada jam segitu akhirnya kami pun menginap diterminal itu. dengan sedikit rasa sesal dan kecewa saya pun memaksa untuk memejamkan mata seperti yang lainnya, tapi tetap sajja tak bisa... entah kenapa entah mengapa, tapi akhirnya tepat pukul 03.00 merem juga.. wkwkwkwkwk
Setelah suara klakson bis pagi membangunkan kami, kami pun bergegas mencari angkutan ke solo, tapi apa mau dikata pihak terminal pun berkata tidak ada angkutan dipagi hari menuju kesana, lalu kami pun mengambil opsi estapet rambutan - purwokerto - solo. kami berangkat dari rambutan hari rabu 25 - Desember 2013, dengan estimasi tiba dipurwokerto pukul 19.00 atau 12 Jam perjalanan. Tapi, apa mau dikata fakta dilapangan kami menempuh waktu 16 Jam. WOOOOOOOOWWWWWWW.........
 |
| Ngaso neng-Purwokerto |
Sampai disana kami sebenernya ingin langsung berangkat lagi ke solo (tujuan sebenarnya) tapi kembali masalah armada menggagalkan keinginan kami, menunggulah kami disana selama hampir 2 jam lebih, diselingin canda, tawa, marrah, bete, sekel, plus goda-godain kimcil yang ada. tentunya kopi dan roko tak henti-hentinya menemani aktivitas kami malam itu. setelah sekian lama menunggu akhirnya bis itu pun tiba (Yess berangkat ni gua) dalam hati bergembira. teng jam 01.00 WIT kami pun berangkat dari purwookertoo dengan bis Alakadarnya.
Pukul 05.00 kami tiba di Tirtonadi (Terminal yang ada di Solo) tanpa pikir panjang kami langsung berangkat menuju tawangmangu, lagi-lagi menggunakan armada bis tapi kali ini ga ada cerita keabisan bis lagi, sampai di tawangmangu pukul 07.30, kami pun berunding untuk membeli logistik-logistik tambaahan, selesai beli logistik n prepare ulang kami langsung cari angkutan ke CEMORO SEWU ( Base Camp atau Pos Registrasi Selain CEMORO KANDANG)
 |
| Poto dulu sebelom naek, POTING (POTO Itu Penting) |
Setelah sampai disana Bowo pun langsung menyambangi loket registrasi dan perizinan untuk kami naek ke Lawu. Tapi, Sebelum memulai langkah alangkah baiknya kita ngisi perut dan cek n ricek perlengkapan, beres itu semua kami pun memulai langkah pertama kami kira-kira pukul 10.00 Waktu setempat, (asik langkah pertama guee nii,, kaga disangka treknya lumayan nihh, ga curam tapi bikin ngos-ngosan,
|
| The First Step |
tanjakan demi tanjakan belokan demi belokan dilalui berkali-kali saya dan tim pun berhenti, Luar biasa menn jalur nyaa.. disekeliling banyak pepohonan khas pegunungan, sesekali ketemu sama orang yang mau turun ada yang sama abis mendaki, ada juga yang abis semedi (ma'lum lawu emang terkenal dengan historisnya sebagai tempat orang bertapa).
kembali ke perjalanan, target saya dan tim itu kami ngecamp di sindang drajat ( pos terahir sebelom puncak) supaya bisa ngejar sunrise dipagi hari perkiraan 4-6 jam udah nyampe disana.
tapi sumpah men tanjakan-tanjakannya bener-bener menguras tenaga pikiran dan emosi jiwa.........
setelah berjalan hampir 6 jam lebih kami pun sampai di Pos 3 (Jauh bangat dari target awal) tapi kaga mengapa, kami pun memutuskan untuk ngecamp di pos 3 karna udah ga ketulungan capenya. besok lagi ajja dah ya wo jalannya...
 |
| Sunset Pos 3 |
di pos tiga saya bersama tim mendirikan tenda, ga disangka sunset pos 3 ga kalah ajiiiibb ama puncak meennnn...
besok paginya kami pun melanjutkan perjalanan setelah mengisi perut dan beres-beres, teng jam 09.00 waktu setempat kami pun memulai langkah menuju puncak..
tentunya dengan semangat dan tenaga baru, menyusuri jalanan berbatu yang terus menanjak sesekali menoleh kesamping untuk menikmatii pemandangan yang subhanallah indahnyoooo..
serasa ga pengen pulang dari ni gunung, perjalanan dari pos 3 ke pos 4 lumayan berasa hampi 1,5 jam saya menempuhnya. Pos 4 tempatnya lumayan enak buat mendirikan tenda, cukup untuk 4-5 tenda kapasitas 4 orang. lanjut lagi perjalanan ke Pos 5 yang kurang lebih Setengah Jam perjalanan dengan speed istirahat per 10 menit. berhubung matahari mulai naik sampai di Pos 5 saya ga banyak berhenti karna teriknya matahari terasa membakar kulit, dari pos 5 ke Pos mata Air Sindang drajat diawali oleh sebuah trek Bonus (TURUNAN) asyyyyiikkkk lumayan manjain betis. 15 Menit kemudian atau tepatnya pukul 11.30, sampailah saya di Pos Mata air sindang drajat. selain ada mata air disini juga ada Makam Keramat. disini saya istirahat sambil menunggu rekan-rekan tak disangka ternyata warung Mbo Yem itu disini adanya, warung yang memang khusus melayani orang-orang yang mendaki gunung lawu, harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga dibawah sana, pas lah untuk kantongnya para pendaki.
 |
| Makam |
 |
| Mata Air |
 |
| Warung Di Sindang Drajat |
Tepat pukul 01.30 kami pun menuju ke Hargo Dumilah puncak tertinggi di gunung lawu melewati trek landai yang lumayan buat manjain betis lalu langsung menanjak drastis melewati tanjakan cinta wuihhhhhh gurih-gurih nyoy.. Sampailah di Puncak (luar biasa berjuta rasa bergabung disana, ditemani teriknya matahari siang itu) Semuanya terbayar lunas disana. sampe gua ga bisa cerita lagi nih u nikmatin ajja poto-potonya........