Gunung Lawu (3265 Mdpl) terletak diantara perbatasan jawa tengah dan jawa timur, awalnya saya sempat ragu dan merinding sebelum memutuskan lawu sebagai pilihan perjalanan kali ini dikarenakan lawu memiliki berbagai misteri dan rahasia dibalik keindahan dan ketenangannya, tapi rekan saya Arief Wibowo berhasil meyakinkan saya untuk tetap melanjutkan apa yang telah saya pilih.
| beralaskan karpet dan berselimut udara ibu kota di Kp. Rambutan |
Setelah suara klakson bis pagi membangunkan kami, kami pun bergegas mencari angkutan ke solo, tapi apa mau dikata pihak terminal pun berkata tidak ada angkutan dipagi hari menuju kesana, lalu kami pun mengambil opsi estapet rambutan - purwokerto - solo. kami berangkat dari rambutan hari rabu 25 - Desember 2013, dengan estimasi tiba dipurwokerto pukul 19.00 atau 12 Jam perjalanan. Tapi, apa mau dikata fakta dilapangan kami menempuh waktu 16 Jam. WOOOOOOOOWWWWWWW.........
| Ngaso neng-Purwokerto |
Pukul 05.00 kami tiba di Tirtonadi (Terminal yang ada di Solo) tanpa pikir panjang kami langsung berangkat menuju tawangmangu, lagi-lagi menggunakan armada bis tapi kali ini ga ada cerita keabisan bis lagi, sampai di tawangmangu pukul 07.30, kami pun berunding untuk membeli logistik-logistik tambaahan, selesai beli logistik n prepare ulang kami langsung cari angkutan ke CEMORO SEWU ( Base Camp atau Pos Registrasi Selain CEMORO KANDANG)
| Poto dulu sebelom naek, POTING (POTO Itu Penting) |
|
| The First Step |
kembali ke perjalanan, target saya dan tim itu kami ngecamp di sindang drajat ( pos terahir sebelom puncak) supaya bisa ngejar sunrise dipagi hari perkiraan 4-6 jam udah nyampe disana.
tapi sumpah men tanjakan-tanjakannya bener-bener menguras tenaga pikiran dan emosi jiwa.........
setelah berjalan hampir 6 jam lebih kami pun sampai di Pos 3 (Jauh bangat dari target awal) tapi kaga mengapa, kami pun memutuskan untuk ngecamp di pos 3 karna udah ga ketulungan capenya. besok lagi ajja dah ya wo jalannya...
| Sunset Pos 3 |
besok paginya kami pun melanjutkan perjalanan setelah mengisi perut dan beres-beres, teng jam 09.00 waktu setempat kami pun memulai langkah menuju puncak..
tentunya dengan semangat dan tenaga baru, menyusuri jalanan berbatu yang terus menanjak sesekali menoleh kesamping untuk menikmatii pemandangan yang subhanallah indahnyoooo..
serasa ga pengen pulang dari ni gunung, perjalanan dari pos 3 ke pos 4 lumayan berasa hampi 1,5 jam saya menempuhnya. Pos 4 tempatnya lumayan enak buat mendirikan tenda, cukup untuk 4-5 tenda kapasitas 4 orang. lanjut lagi perjalanan ke Pos 5 yang kurang lebih Setengah Jam perjalanan dengan speed istirahat per 10 menit. berhubung matahari mulai naik sampai di Pos 5 saya ga banyak berhenti karna teriknya matahari terasa membakar kulit, dari pos 5 ke Pos mata Air Sindang drajat diawali oleh sebuah trek Bonus (TURUNAN) asyyyyiikkkk lumayan manjain betis. 15 Menit kemudian atau tepatnya pukul 11.30, sampailah saya di Pos Mata air sindang drajat. selain ada mata air disini juga ada Makam Keramat. disini saya istirahat sambil menunggu rekan-rekan tak disangka ternyata warung Mbo Yem itu disini adanya, warung yang memang khusus melayani orang-orang yang mendaki gunung lawu, harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga dibawah sana, pas lah untuk kantongnya para pendaki.
![]() |
| Makam |
![]() |
| Mata Air |
| Warung Di Sindang Drajat |
Tepat pukul 01.30 kami pun menuju ke Hargo Dumilah puncak tertinggi di gunung lawu melewati trek landai yang lumayan buat manjain betis lalu langsung menanjak drastis melewati tanjakan cinta wuihhhhhh gurih-gurih nyoy.. Sampailah di Puncak (luar biasa berjuta rasa bergabung disana, ditemani teriknya matahari siang itu) Semuanya terbayar lunas disana. sampe gua ga bisa cerita lagi nih u nikmatin ajja poto-potonya........









| Senja Diupuk Barat yang dilihat dari Timur |
Nah Demikianlah Perjalanan Pertama Saya Diluar Jawa Semoga ini Menjadi titik awal dari perjalanan-perjalanan berikutnya, tips saya buat anda - anda yang mau ke lawu, jangan terlalu banyak bawa logistik makanan kalo mao treck ampe puncak, cukup bawa duit sajja, karna harga-harga disana tak semahal seperti ditempat-tempat wisata...
Jadi Perjuangan sesungguhnya dari naik gunung adalah perjuangan menaklukan kesombongan, karna semakin banyak gunung yang kita daki, semakin dekat kita dengan kesombongan diri, jadikanlah hidup itu seperti naik gunung, bukan naik gunung yang seperti hidup









Tidak ada komentar:
Posting Komentar